Terkadang kita sebagai manusia terlalu asyik dengan berbagai kenikmatan dunia ini. Namun kita sering lupa untuk mengambil hikmah yang tersimpan di alam semesta yang sangat kaya raya ini dan lupa untuk mensyukurinya. Coba berhenti sesaat pada malam hari saat kau berjalan, dan lihatlah ke langit sana, begitu banyaknya bintang yang bertaburan, dan juga ada bulan yang selalu menyinari bumi ini pada saat matahari lelah memancarkan sinarnya. Saat kau sedang gundah, coba duduklah di pinggiran pantai, atau lihatlah pemandangan yang indah, maka kau akan merasakan sebuah kesejukan dan kegundahan mu tak terasa akan berkurang bahkan mungkin akan hilang tanpa kamu sadari. Lihatlah awan di langit sana, begitu indah berbagai bentuk, bahkan kamu tidak akan pernah terpikir untuk menciptakan sebuah reka cipta seindah itu. Coba lihat pula gunung yang tinggi itu, sungguh indah bukan? Gunung itu sangat kokoh, namun manusia seringkali merusaknya dan meniadakannya, sehingga keseimbangan bumi ini menjadi tidak begitu stabil lagi, namun kamu takkan pernah bisa membuatnya kembali, walau sebuah bukit yang kecil sekalipun, kamu takkan mampu merekanya kembali seperti apa yang sudah di ciptakan Yang Maha Kuasa.
Alam semesta ini sangat syarat dengan berbagai keindahan, yang menyimpan berbagai misteri Illahi Yang Maha Agung, dengan reka ciptanya yang membuat bibir takkan berhenti berucap, SubhanaAllah…!!
Kita sebagai muslim yang taat pada Allah, seharusnya mengerti akan apa yang telah di berikan oleh Yang Maha Pencipta. Seorang sahabat yang beragama nasrani pernah bertutur saat sedang mengarungi lautan dengan sebuah sampan bermotor menuju sebuah pulau kecil yang ada di daerah Kepulauan Riau, dia berkata, “Tuhan itu benar-benar kuasa, coba lihat, bagaimana dia menciptakan laut seluas ini, dengan air yang sebanyak ini, sungguh menakjubkan!!” Apa yang gadis nasrani yang baru duduk di bangku SMA itu benar. Jika dia seorang nasrani saja bisa berkata seperti itu, mengapa kita seorang muslim tidak mau berfikir dan mengambil hikmah dari semua hasil ciptaan Yang Maha Kuasa ini?
Sudah sepatutnya kita selalu bersyukur akan apa yang kita miliki saat ini. Namun, manusia itu selalu merasa kurang, selalu ingin dan ingin terus, sehingga ia lupa bahwa apa yang ia inginkan itu terkadang dapat merusak keindahan ciptaan Allah yang Maha Agung ini. Semua yang telah diciptakan Allah ini merupakan tanda kebesaran Allah yang sepatutnya kita jaga. Allah berfirman dalam Surah An-Nahl, ayat 44.
بِالْبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
(Mereka Kami utus) dengan membawa keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan kami turunkan Az-zikr (Al-Qur’an) kepadamu, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan agar mereka memikirkan.
Coba kita lihat! Allah itu Maha Mengetahui tentang semua yang Dia ciptakan. Allah telah menciptakan begitu banyak keindahan di alam semesta ini. Tapi kita selalu saja lupa, dan seringkali kita memikirkan apa yang terbaik untuk kita namun lupa apa yang terbaik untuk makhluk atau ciptaan Allah yang lain. Kita seringkali lupa akan apa yang telah ada di dunia ini adalah sebagai tanda kebesaran Ilahi, dan kita kerap kali merusaknya dengan dalih untuk kepentingan hidup manusia. Allah juga berfirman dalam surah Ar-Rum, ayat 41:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Banyak sekali keporak-porandaan alam yang telah di akibatkan oleh tangan-tangan manusia. Contoh saja, tempat hasil penggalian minyak bumi yang tidak terpakai lagi. Terkadang tempat itu hanya terbiarkan begitu saja, sehingga membuat ekosistem yang ada di dalamnya menjadi punah. Atau, bisa diambil contoh juga seperti habitat dari hewan-hewan buas yang ada di hutan. Manusia membuka hutan untuk kepentingan manusia itu sendiri, sehingga banyak hewan-hewan liar dan buas menjadi kehilangan tempat tinggal. Jika saja, kita dapat melestarikannya, bukankah hewan-hewan itu tidak akan berkeliaran sehingga mengganggu umat manusia? Terkadang, kita selalu menghakimi hewan-hewan tak berdosa itu dan menudingnya telah mengganggu kehidupan kita. Padahal, jika kita kembali ke dalam sejarahnya, sebenarnya hewan-hewan itu telah mempunyai kesepakatan dengan Nabi Sulaiman bahwa mereka tidak akan mengganggu umat manusia, apalagi menyakiti umat manusia itu sendiri, dan jika mereka melakukan itu, mereka akan mendapat hukuman yang berat nantinya. Jika saja kita mau mengerti hal ini, mungkin kita akan berfikir seribu kali untuk menuding hewan-hewan itu melakukan kesalahan. Sepatutnya kita sadar, mungkin dengan adanya mereka berkeliaran kemana-mana, mengingatkan kita untuk kembali kepada alam, mengadakan penghijauan kembali. Selain menciptakan ekosistem baru bagi makhluk lain, seperti hewan dan tumbuhan, itu juga untuk kepentingan manusia, karena dengan begitu kita akan mengurangi polusi, efek rumah kaca, dan juga sebagai tempat penampungan sumber air dalam tanah yang sangat penting untuk keseimbangan alam.
Subhanallah!! Coba saja jika semua umat manusia mau berfikir untuk dapat mengambil hikmah dari semua yang ada di alam semesta ini, pastinya hidup ini akan tambah lebih bermakna. Kita selalu berfikir untuk menciptakan keindahan dalam kehidupan kita, padahal, sebelum hal itu terbesit di pikiran kita, Allah telah reka semuanya dengan sangat rapi hingga menjadikannya begitu indah. Kita seharusnya dapat menyadari, bahwa hubungan kita dengan makhluk ciptaan tuhan itu sangat berdekatan, tanpa ciptaan Allah yang lainnya, kita pastinya tidak akan bisa hidup bersendirian. Dengan kata lain, manusia itu sepatutnya selalu menggunakan akal dan fikirannya untuk lebih mengerti dan mendekatkan diri pada Sang Pencipta, yaitu Allah SWT.
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Dan sungguh, akan Kami isi neraka jahannam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak di pergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah. [Al-A'raf: 179]
19 Agustus 2008
Langganan:
Komentar (Atom)